Publik Training
Assessment Center Service
Personal Development Program
In-house Training Program
Organizational Development & Intervention
Training Management System
Psychological Testing
Outbound Management Training
Organizational Gathering
Rafting Fun & Gathering
Small Group Activities

Share Value


Chat Me

 

 

 

Facebook







Twitter


Hubungi Kami

Follow Us

Powered by CoalaWeb

Safety Officer Program Training (HSE)

Target dari pelatihan kompetensi adalah untuk memberikan skill peserta training dalam membangun sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SM-K3) secara sistematis, terstruktur, dan implementatif.

Berangkat dari dasar hukum pemerintah melalui UU No. 1 tahun 1970 mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta mengacu pada standar mutu manajemen ISO 14001, 18000 dimana menuntut masing-masing perusahaan agar berimplementasi terhadap penerapan K3 baik untuk internal maupun eksternal.

Untuk menerapkan sistem manajemen K3, tentu saja diperlukan seorang profesional yang berkompeten di bidang K3. Oleh karena itu dengan adanya pelatihan Safety Officer Program Training ini akan sangat membantu para praktisi aupun beginner untuk meningkatkan kompetensi di bidang K3 untuk membangun sebuah sistem yang efektif dan optimal. 

Belajar tentang K3 tentu saja harus berorientasi pada implementasi/penerapan di area kerja.  Secara konseptual Keselamatan & kesehatan kerja muncul berdasarkan konsep "triangle factor"

Dalam pelatihan ini, peserta training belajar untuk berimplementasi mengenai keselamatan & kesehatan kerja secara praktis dirancang melalui suatu sistem yang dinamakan dengan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SM-K3) atau dalam paradigma modern dikenal dengan istilah "HSE / SHE " (Health Safety & Environment).  Setiap perusahaan idealnya wajib menerapkan sistem manajemen K3 yang terintegrasi dan sistematis untuk menjamin faktor resiko terhadap keselamatan & kesehatan di lingkungan kerja.  Penerapan sistem manajemen K3 dimulai dari:

1. Pembentukan komitmen

Komitmen merupakan modal utama dalam penerapan K3 secara riil mengenai arti penting keselamatan & kesehatan kerja. Pembentukan komitmen tentang arti pentingnya K3 harus dimulai dari level TOP MANAGEMENT supaya penerapan sistem K3 berjalan efektif dan optimal.  Sesuai dengan UU No 1 tahun 1970 dijelaskan bahwa unsur pimpinan (direktur) bertanggungjawab untuk melaksanakan keselamatan & kesehatan kerja.  Unsur pimpinan inilah yang nantinya diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan yang positif tentang K3 dan mampu menggerakan aspek-aspek penunjang/fasiltas sampai dengan karyawan-karyawan level bawah untuk menjalankan fungsi K3 untuk mencapai "ZERO ACCIDENT"

2. Perencanaan

Perencanaan disini dimaksudkan sebagai dasar penerapan program kerja K3 yang nantinya akan dilaksanakan secara menyeluruh oleh seluruh karyawan.  Dalam menentukan program kerja K3, idealnya komite K3 melakukan assessment di area kerja mengenai maslah-masalah K3 di perusahaan tersebut.  Cara mudah biasanya menggunakan teknik.tools berupa HIRARC (High Identification Risk Assessment & Risk Control), yaitu suatu cara/teknik mengidentifikasi potensi-potensi bahaya yang kemungkinan bisa menimbulkan kecelakaan kerja/penyakit kerja dan melakukan langkah penanggulangan sebagai kontrol/preventif.  Dapat dilakukan dengan identifikasi potensi, penilaian faktor resiko dan pengendalian faktor resiko.

3. Pengorganisasian

Bentuk komitmen dari pimpinan perusahaan selain melalui kebijakan tertulis, dapat juga memfasilitasi pembentukan komite K3 yang khusus menangani permasalahan K3 yang terdiri dari berbagai wakil dari divisi yang terlibat sesuai dengan kompetensinya masing-masing.  

Selain itu yang paling penting untuk menggerakan organisasi/komite K3 tersebut diperlukan seorang "ahli K3" yaitu seseorang yang berkompeten di bidang K3 yang telah tersertifikasi sebagai ahli K3.  Mengapa demikian? karena dala penerapan program kerja serta aktivitas-aktivitas K3 tidak bisa lepas dari visi dan misi ahli K3 tersebut yang mampu menggerakan jalannya oranisasi kerja.  Efektivitas komite K3 tentu saja diperhitungkan dari penerapan program-program K3 yang tersistematis dan mendapatkan support dari seluruh level karyawan.

4. Penerapan

Penerapan K3 tentu saja berkaitan dengan pelaksanaan aktivitas program-program kerja K3 secara optimal.  Harus disertai evidence serta bukti-bukti lapangan mengenai penerpan program kerja tersebut.  Contoh program kerja yang bisa dilakukan yaitu semacam safety campaign, safety sign, safety training, safety talk, safety for visitor, safety for contractor, simulasi & evakuasi, safety alert, dll.

5. Pengendalian

Setiap penerapan program-program K3 harus dilakukan pelaporan sebagai bukti evidence sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dilakukan perbaikan secara bertahap.  Pelaporan K3 harus disusun secara rapi sebagai penunjang administrasi K3 yang terintegrasi.

6. Evaluasi

Proses evaluasi memang sangat diperlukan sebagai bentuk pengukuran efektivitas program/oenerapan K3 sudah sedemikian efektif atau belum.  Secara praktis biasanya dibentuk suati tim auditor untuk melakukan audit dan verifikasi mengenai penerapan yang dijalankan mengenai sistem manajemen K3. 

 

Pelatihan K3 yang telah kami selenggarakan, antara lain :

 

 

 

 

 

 

Portal Publik Training

Jadwal Publik Training 2015

Klik di sini untuk mendapatkan jadwal publik training 2014

Biro Psikologi Kami

Info Lowongan Kerja

Posting Gratis Di Sini

Dinas Tenaga Kerja RI

Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta

Sure Creative