Publik Training
Assessment Center Service
Personal Development Program
In-house Training Program
Organizational Development & Intervention
Training Management System
Psychological Testing
Outbound Management Training
Organizational Gathering
Rafting Fun & Gathering
Small Group Activities

Share Value


Chat Me

 

 

 

Facebook







Twitter


Hubungi Kami

Follow Us

Powered by CoalaWeb

Mengungkap Hubungan Antara Aspek Kepribadian dan Dunia Human Resource-Recruitment Lewat Tools Of Recruitment Specialist: Training For Psychology

 

Oleh. Windya Puspitasari Hadi Saputro, S.Psi.

 

Masih dengan tema yang sama, yaitu Recruitment Specialist Program, kali ini Solution Powerindo Consulting mengadakan Training tentang tools yang sering digunakan oleh recruitment specialist, yaitu alat tes yang sering digunakan oleh orang-orang yang bergelut di dunia rekrutmen atau yang lebih familiar disebut-sebut sebagai seorang HRD. Training Tools of Recruitment Specialist ini diadakan selama dua hari, yaitu tanggal 25 dan 26 Januari 2014 di Hotel Orlen Yogyakarta. Training ini diikuti oleh peserta yang datang dari berbagai kota loh, yaitu dari Bandung, Semarang, Solo dan Jogja. Training ini dikhususkan memang untuk mahasiswa psikologi (S2) atau lulusan psikologi karena banyak sekali hal yang akan diungkap dari dunia rekrutmen melalui perspektif psikologi, selain itu demi menjadi etika psikologi sendiri.

 

Training hari pertama dimulai pukul 09.15 WIB dengan melakukan simulasi tes MBTI dan Papikostik terlebih dahulu, dimana peserta diminta untuk mengerjakan tes MBTI dan Papikostik tersebut dengan instruktur dari tim SPC. Setelah melakukan simulasi tes, Training dilanjutkan dengan Ice Breaking terlebih dahulu, agar peserta lebih relaks dan santai memulai Training hari ini. Ice Breaking kali ini dimulai dengan permainan sederhana, yaitu perkenalan dengan 3 kata dimana peserta diminta untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama dan 3 kata yang menggambarkan dirinya seperti hobby, makanan kesukaan, kepribadian dan sebagainya. Kemudian peserta diminta untuk menunjuk peserta lain dan peserta yang ditunjuk melakukan hal yang sama namun tetap menyebutkan identitas diri peserta yang menunjuknya. Canda tawa pecah di pagi hari yang cerah dari Yogyakarta, setelah itulah materi Training Tools Of Recruitment Specialist dimulai.

Materi pertama adalah pembahasan tentang Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Instruktur training mengawali materi dengan penjelasan secara keselurahan mengapa tes kepribadian masih digunakan di dunia industri terutama pada proses rekrutmen. Dimulai dengan pertanyaan, “Apa yang bisa Anda jawab ketika Anda ditanya oleh User terkait ‘alat tes apa yang akan Anda gunakan ketika perusahaan ini membutuhkan seorang Customer Service?’ dalam sebuah proses interview untuk kebutuhan rekrutmen?” kemudian bermunculan lagi pertanyaan-pertanyaan dari para peserta. Materi yang dijelaskan adalah penjelasan tentang sejarah, tujuan, prosedur, sampai skoring MBTI tes, peserta juga dapat melihat mereka termasuk tipe kepribadian yang mana dari 16 tipe kepribadian MBTI. Banyak ekspresi yang terlihat dari wajah para peserta ketika melihat tipe kepribadian mereka, ada yang kaget, ada yang tak meyangka, ada juga yang bingung saat melihat hasil skoring MBTI.

Setelah selesai materi pertama, tiba saatnya untuk waktu break lunch. Setelah selesai break lunch, peserta masuk kembali ke ruangan training untuk melanjutkan materi selanjutnya. Sebelum memulai sesi, ada sedikit permainan lagi dari co-trainer SPC untuk membangkitkan fokus peserta setelah kenyang makan siang. Permainan kedua bernama ‘Simon Bilang’ dimana setiap peserta akan mengikuti perintah Co-Trainer yang berperan sebagai simon. Nah, apabila ada yg salah, maka peserta tersebut diberi hukuman untuk memperkenalkan diri setiap orang yang berada di ruangan training. Setelah itu, masuk ke materi selanjutnya yaitu Papikostik test. Dimulai dengan penguraian kompetensi jabatan tertentu, yang dalam hal ini adalah jabatan HRD (pilihan peserta). Kemudian kompetensi jabatan HRD tersebut di implementasikan ke dalam penggunaan Papikostik, mana saja kompetensi yang bisa diambil dari Papikostik test. Setelah itu dilanjutkan ke proses skoring dan interpretasi dari hasil Papikostik test yang sudah dikerjakan oleh peserta di awal sesi Training tadi.

Training Tools of Recruitment Specialist For Psychology hari kedua dimulai pukul 09.15 WIB. Dimulai dengan permainan kecil yaitu ‘Gajah Semut’ dimana peserta diajak untuk memainkan mimik wajah. Setelah itu, materi langsung dilanjutkan, yaitu Tes Warteg. Peserta langsung melakukan simulasi dengan mengerjakan Tes Warteg itu sendiri. Setelah selesai, penjelasan mengenai apa itu tes warteg, apa tujuan tes warteg, dan implementasinya dalam dunia industri itu seperti apa disampaikan langsung oleh instruktur training. Banyak aspek yang dapat diungkap dari tes warteg, yaitu antara lain kemampuan afeksi, emosi, motivasi, dan pengambilan keputusan. Dalam Training ini dijelaskan satu per satu makna dari stimulus yang muncul di setiap kotak pada tes warteg. Tes warteg adalah tes yang menghasilkan output dalam bentuk kualitatif, hal inilah yang dipelajari bersama oleh para peserta. Setiap peserta pun diminta untuk maju satu persatu kemudian menjelaskan penggambaran tentang dirinya dari hasil tes warteg yang sudah disimulasikan. Peserta juga dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan terkait hasil tes warteg yang sudah disediakan oleh Trainer.

Setelah break lunch, materi dilanjutkan ke alat tes DAP dan BAUM. Sebelumnya, ada permainan kecil nih dari Co-Trainer SPC yaitu ‘Bing Bang Buss’ dan juga peserta diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian langsung dilanjutkan dengan simulasi tes DAP dan BAUM. Dijelaskan bahwa tes grafis terdiri dari 3 bagian, yaitu BAUM, DAP, dan HTP, namun yang digunakan untuk kebutuhan seleksi hanyalah BAUM dan DAP. Karena di dunia industri, hasil pelaporan dari tes BAUM dan DAP hanya melihat potensi yang bisa dikembangkan, bukan melihat dari sisi klinis si calon karyawan tersebut. Peserta belajar aspek apa yang bisa diungkap dari gambar pohon dan orang. Semua peserta sangat excited menyimak setiap materi dan praktik yang di share di Training Tools of Recruitment Specialist ini.

Setelah itu, materi berlanjut ke pelaporan hasil tes kepribadian. Peserta diajarkan bagaimana melaporkan hasil tes yang didapatkan dengan berbagai macam model pelaporan. Pelaporan untuk kebutuhan perusahaan lebih ke pelaporan kuantitatif dalam model matrik kompetensi ataupun form rekrutmen. Dalam training ini dijelaskan bahwa alat tes kepribadian baik non-proyektif dan proyketif yang digunakan dalam dunia industri menjadi sangat diperlukan karena kedua tes tersebut saling melengkapi. Output dari kedua tes kepribadian tersebut dapat memberikan hasil yang saling menguatkan terkait gambaran kepribadian si calon karyawan sebagai bahan pertimbangan apakah akan diterima atau tidak. Seperti biasa, training kali ini juga diakhiri dengan sesi narsis bersama, sebagai kenang-kenangan para peserta yang telah bersedia belajar tentang dunia HR bersama SPC. Gimana, Anda tertarik? Ayo, bergabung di Publik Training SPC. Semoga bermanfaat dan Good Luck J

 

 

“together we can do better”

 

Portal Publik Training

Jadwal Publik Training 2015

Klik di sini untuk mendapatkan jadwal publik training 2014

Biro Psikologi Kami

Info Lowongan Kerja

Posting Gratis Di Sini

Dinas Tenaga Kerja RI

Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta

Sure Creative