Publik Training
Assessment Center Service
Personal Development Program
In-house Training Program
Organizational Development & Intervention
Training Management System
Psychological Testing
Outbound Management Training
Organizational Gathering
Rafting Fun & Gathering
Small Group Activities

Share Value


Chat Me

 

 

 

Facebook







Twitter


Hubungi Kami

Follow Us

Powered by CoalaWeb

Sering bertemu namun tidak kenal dengan Intelligenz Struktur Test (IST)? Yuk kenalan lebih dekat!

 

Oleh. Windya Puspitasari HS

Apa itu IST? Mungkin bagi teman-teman yang kuliah di psikologi istilah IST tidaklah begitu asing. Ya karena IST merupakan salah satu tes psikologi yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang. Okay, let’s review about intelligence test! Apa itu tes intelegensi? Seperti namanya, intelegensi merupakan kemampuan untuk berpikir secara abstrak, kemampuan untuk belajar, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Cakupan inteligensi ini adalah yang paling lengkap, karena menambahkan aspek penyesuaian terhadap lingkungan. Nah, intelegensi seringkali  disalahartikan sama dengan Intelligence Quotient (IQ), padahal sebenarnya tidak sesempit itu. Mengapa? Karena IQ adalah skor atau tingkat kemampuan individu pada saat tertentu dan berdasarkan norma usia tertentu. Nah, sudah paham kan apa itu tes intelegensi? Ya, benar sekali. Tes intelegensi adalah serangkaian tes yang digunakan guna mengukur kemampuan berpikir, kemampuan belajar serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Dan kembali lagi ke pembahasan awal, apa itu IST? Let’s find out!

Kita mulai dari sejarahnya, IST merupakan alat tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthaeur di Frankfrurt Main Jerman pada tahun 1953 dan telah diadaptasi di Indonesia. IST berdasarkan pada teori inteligensi yang menyatakan bahwa inteligensi terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan secara bermakna. Intelegensi hanya akan dapat dilihat melalui hasil atau prestasi suatu tes. Selain itu, struktur intelegensi tertentu meggambarkan pola kerja tertentu, sehingga akan cocok untuk profesi atau pekerjaan tertentu pula. Oleh karena itu, IST umum digunakan untuk memahami diri dan pengembangan pribadi, merencanakan pendidikan dan karier serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup seorang individu. Nah, IST sendiri juga telah banyak mengalami pengembangan nih di seluruh dunia, baik dari segi bahasa, penyusunan norma, pengelompokan usia sampai jenis kelamin serta penambahan subtest-nya. Indonesia pun sudah melakukan beberapa adaptasi terhadap alat tes yang satu ini. Apa gunanya dilakukan adaptasi? Tentu saja agar administrasi tes dapat diterapkan pada masyarakat Indonesia serta memiliki tingkat reliabilitas dan validitas yang tinggi untuk dapat mengukur (tepat/sesuai) apa yang seharusnya diukur.

Secara konseptual, IST memuat 9 subtes antara lain kemampuan melengkapi kalimat, kemampuan melengkapi kesamaan kata-kata, kemampuan analogi kata, logika kata, kemampuan berhitung, deret angka, memilih bentuk, daya ruang, dan kemampuan memori. Penyajian tes IST ini membutuhkan total waktu lebih kurang 72 - 90 menit (penyajian, instruksi dan pengerjaan). Penyajian tes IST dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Mau tau aplikasinya? Yuk lanjut!

IST biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melakukan tes kerja dalam rangka melakukan rekrutmen dan seleksi. Jadi bagi Anda yang pernah mengikuti tahapan seleksi dengan tes tertulis bisa sangat mungkin bahwa soal yang Anda kerjakan adalah soal-soal IST. Mengapa IST? Mengapa bukan alat tes Intelegensi yang lain? Apa bedanya dengan Tes Intelengensi Umum (TIU) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD) untuk aplikasi di dunia kerja? Karena IST digunakan untuk mengetahui tingkat levelling (kecocokan/ potensi) intelegensi seseorang dengan profesi atau pekerjaan tertentu di suatu perusahaan. Selain skor inteligensi yang diperoleh, dapat pula melihat aspek-aspek dari 9 subtes tersebut secara kompleks. Karena pada prinsipnya bahwa 9 subtes yang menyeluruh tersebut merupakan fundamental dari gambaran tingkat inteligensi seseorang.

Dalam aplikasi rekrutmen dan seleksi di dunia kerja biasanya aspek-aspek tersebut merupakan gambaran potensi yang dimiliki seseorang dalam konteks area inteligensi.  Gambaran potensi yang diperoleh dari masing-masing subtes oleh sebagian perusahaan-perusahaan, juga dapat digunakan sebagai acuan untuk melihat kecocokan kompetensi yang dituntut ada jabatan tertentu. Misalkan si A mendapatkan skor tes IST sebesar 100, nilai 100 yang didapatkan A dalam tes IST apakah tidak hanya memenuhi standar grade/levelling rekrutmen saja namun kita bisa melihat potensi-potensi dalam inteligensinya apakah sesuai dengan standar kebutuhan jabatan? Misalkan kemampuan analitis, kemampuan strategis, daya konseptual, kemampuan berhitung, dan lain-lain. Dimana masing-masing subtes dapat memperlihatkan skor potensi serta kemampuan seseorang. Hal inilah yang kemudian dapat digunakan oleh perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah akan merekrut seorang calon karyawan berdasarkan potensi dan kebutuhan kompetensi jabatan.

Seperti yang sudah dibahas di atas, IST juga dapat digunakan untuk menentukan perencanaan karir seseorang. Dari hasil test IST inilah kemudian dapat juga dihasilkan grafik potensi seseorang calon karyawan, jadi dapat ditentukan alur karirnya selama di perusahaan. Got it, guys?

Bagaimana? Sudah dapat pembelajaran apa itu alat test Intelligenz Struktur Test atau IST? Semoga bermanfaat J

 

“together we can do better”

Portal Publik Training

Jadwal Publik Training 2015

Klik di sini untuk mendapatkan jadwal publik training 2014

Biro Psikologi Kami

Info Lowongan Kerja

Posting Gratis Di Sini

Dinas Tenaga Kerja RI

Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta

Sure Creative