Publik Training
Assessment Center Service
Personal Development Program
In-house Training Program
Organizational Development & Intervention
Training Management System
Psychological Testing
Outbound Management Training
Organizational Gathering
Rafting Fun & Gathering
Small Group Activities

Share Value


Chat Me

 

 

 

Facebook







Twitter


Hubungi Kami

Follow Us

Powered by CoalaWeb

Dasar Penerapan Key Performance Indicator (KPI)

 

Oleh. Beek Rison

Dalam Wikipedia key performance indicators, atau indikator kinerja utama (IKU) dalam bahasa Indonesia, adalah metrik finansial ataupun non-finansial digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi. KPI digunakan dalam intelijen bisnis untuk menilai keadaan kini suatu bisnis dan menentukan suatu tindakan terhadap keadaan tersebut. KPI sering digunakan untuk menilai aktivitas-aktivitas yang sulit diukur seperti keuntungan pengembangan kepemimpinan, perjanjian, layanan, dan kepuasan. KPI umumnya dikaitkan dengan strategi organisasi yang contohnya diterapkan oleh teknik-teknik seperti kartu skor berimbang (BSC, balanced scorecard).

Target dan anak panah merupakan gambaran analogi yang cocok menurut saya untuk menggambarkan pentingnya KPI. Sederhananya, Target merupakan visi, sedangkan anak panah adalah gambaran misi yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan maupun yang diuraikan dalam bagian-bagian kecil dalam perusahaan. Nah, KPI atau Indikator Kinerja Utama yang menjadi kesatuan gambar tersebut yang artinya tanpa ada gambaran tersebut tidak akan terlihat dengan jelas tanpa dibuktikan oleh KPI/Gambar tersebut. KPI adalah standar ukuran sebuah organisasi atau perusahaan dalam melihat pencapaian hasil dan tujuan.  Ketika pertama kali sebuah perusahaan menetapkan visi dan misi serta menjabarkan target dan tujuan, diperlukanlah alat ukur yang mencerminkan progres pencapaian kinerja, itulah yang disebut Key Performance Indicators. Komponen terkait yang akan mengisi paramater-parameter KPI seperti, Laba sebelum Pajak, Ekuitas, Resiko, Aset dan lainnnya. Sehingga KPI menjadi ukuran bagi perusahaan dan sekaligus “pecutan” bagi organisasi untuk mewujudkan visi dan misinya.

Apapun pilihan KPI yang ditetapkan, haruslah mencerminkan tujuan organisasi, kunci keberhasilan dan harus terukur (quantifiable/measurable).  KPI merupakan suatu pengukuran yang bersifat kuantitatif, yang disetujui sebelumnya oleh manajemen dan bergantung pada jenis dan bentuk organisasi dan melekat kepada masing-masing individu.  Sedemikian setiap karyawan akan memiliki tanggung jawab kerja yang terukur melalui KPI. Beberapa perusahaan memiliki KPI yang mengacu pada prosentase pendapatan dari para pelanggan mereka. Sebuah lembaga pendidikan dapat menggunakan KPI jumlah kelulusan anak didiknya sebagai acuan utama. Perusahaan jasa pelayanan pelanggan dapat menjadikan acuan panggilan terjawab dalam menit pertama telepon sebagai KPI organisasi sosial masyarakat dapat menetapkan KPI nya berupa jumlah pelayanan selama setahun.

Sebagai seorang pengelola SDM/HR kita tentu tahu bahwa karakteristik manusia pada dasarnya sulit dipahami, sulit dikelola, apalagi diukur. Padahal kita tahu, sumber daya manusia adalah asset terpenting yang sangat berkarakter sebuah perusahaan. KPI sangat berguna untuk mengukur kinerja, progres kerja dan juga untuk mengetahui permasalahan produksi dan manajemen dalam sebuah perusahaan. Pengelolaan kinerja pegawai secara efektif merupakan salah satu faktor kunci untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Dalam hal ini, pengelolaan kinerja yang efektif mencakup proses pengukuran hasil kerja pegawai secara obyektif melalui serangkaian indikator kinerja yang tepat. Melalui metode pemilihan Key Performance Indicators, diharapkan proses pembinaan kinerja pegawai dapat dilakukan dengan optimal, obyektif dan memberikan kontribusi positif bagi kinerja bisnis perusahaan. Begitu juga halnya dengan progres kerja dan peramasalahan perusahaan. KPI perusahaan secara keseluruhan akan menjelaskan dengan rinci gambaran permasalahan perusahaan yang sebenarnya.

Dalam artikelya, Managing Director Solution Powerindo Consulting menjelaskan bahwa Ukuran tersebut dapat berupa financial dan non-financial yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja strategis organisasi. Yang harus diperhatikan bahwa Key Performance Indicator tidak sama dengan Performance Appraisal System.  KPI pada dasarnya adalah bagian dari Performance Indicators atau indikator kinerja organisasi.

Selanjutnya dipaparkan juga keunggulan KPI dibandingkan dengan indikator-indikator kinerja lainnya, yang antara lain adalah bahwa:

  1. KPI  merupakan indikator kunci yang benar-benar mempresentasikan kinerja organisasi secara keseluruhan.
  2. Indikator KPI bersifat / bisa terukur.
  3. Indikator KPI harus merujuk pada hasil output kerja yang realistis.
  4. Ukuran keberhasilan harus menunjukkan indikator kinerja yang jelas, spesifik dan terukur (measurable)
  5. Ukuran keberhasilan harus didefinisikan secara eksplisit dan detail sehingga menjadi jelas apa yang diukur
  6. Nilai/Skala pengukuran harus memiliki proporsi sesuai dengan standar ukuran organisasi yang bersangkutan

Beberapa Manfaat penerapan KPI untuk perusahaan, antara lain: 

  1. Kinerja karyawan dapat dievaluasi secara lebih obyektif dan terukur, 
  2. Indikator kunci mempresentatifkan hasil kerja, sehingga karyawan menjadi paham tentang orientasi targetnya secara jelas.
  3. Indikator kunci secara obyektif dapat diukur sehingga memunculkan pembelajaran untuk berhasil di dalam organisasinya.
  4. Arah pengembangan karyawan menjadi terarah
  5. Dapat dijadikan sebagai dasar perancangan coaching & training.
  6. Dapat dijadikan sebagai dasar pemberian reward maupun punishment

Karakteristik KPI yang baik adalah:

  1. KPI harus sesuai dengan Objektivitas Organisasi;
  2. KPI ditentukan oleh manajemen Personalia (Sebaiknya manajer SDM);
  3. KPI harus tertata rapi, sehingga mudah dipahami;
  4. Beberapa KPI didesain khusus untuk masing-masing Karyawan;
  5. KPI adalah Kinerja yang diharapkan oleh Perusahaan.
  6. KPI harus didesain untuk menyeimbangkan evaluasi dari setiap karyawan;
  7. KPI memiliki akurasi yang tidak berkelanjutan, sehingga perlu untuk merevisi KPI secara Berkala

Meskipun semua perusahaan menyadari pentingnya KPI sebagai indikator untuk mengetahui keberhasilan dari sebuah obyektivitas perusahaan. Namun tidak semua perusahaan yang sudah membuat KPI (apalagi perusahaan yang belum membuat KPI) MAMPU membuat, mendesain, memilih dan menentukan serta menetapkan KPI secara TEPAT. Kurang kuatnya dasar pemahaman tentang definisi, fungsi dan peran KPI membuat banyak perusahaan tidak tepat dalam membuat & menetapkan KPI. Kesalahan dalam menetapkan KPI diantaranya: kurang optimalnya KPI yang dipilih, tidak tepat dalam menentukan KPI, KPI yang tidak selaras antara tujuan dengan KPI yang dipilih,  menetapkan KPI yang sebenarnya bukan KPI, salah dalam pemberian bobot dan lain-lain, semua kesalahan tersebut akan mengakibatkan sebuah akibat FATAL yang harus dibayar MAHAL oleh perusahaan, yaitu bisnis proses yang tidak berjalan menuju tujuannya secara CEPAT & TEPAT, sehingga Lost Opportunity pasti terjadi baik dari segi COST, TIME & PROFIT. Selain adanya Lost Opportunity, kesalahan dalam menetapkan KPI akan mengakibatkan perusahaan tidak dapat mengukur keberhasilan sasarannya dengan benar dan menimbulkan Misleading and False Information bagi perusahaan, manager & karyawan.

Perusahaan harus mempunyai pemahaman tentang definisi, fungsi dan peran KPI secara BENAR, berbekal pemahaman tersebut, perusahaan harus mampu mendesain sebuah KPI yang saling mendukung, menguatkan serta menggerakkan proses bisnis. berbekal pemahaman tersebut pula, perusahaan harus mampu membuat KPI di level corporate, departement, Unit-unit maupun karyawan yang saling mendukung, menguatkan dan menggerakkan bisnis proses menuju PENCAPAIAN Perusahaan.

Bagi para atasan perlu kita ketahui bahwa peran atasan dalam penerapan sangatlah strategis, sebagai contoh:

  1. Secara periodik (setahun sekali) Nilai KEY PERFORMANCE INDICATORS dihitung oleh pegawai dan atasannya.
  2. Selain itu, dalam proses pengisian itu peran aktif dari para atasan sangat diharapkan sehingga proses pengembangan kinerja dapat berjalan dengan optimal.
  3. Pengelolaan kinerja SDM merupakan salah satu faktor terpenting dalam kemajuan bisnis perusahaan.

Dari pemaparan diatas tadi, dapat kita simpulkan bahwa KPI merupakan salah satu hal yang terpenting untuk kemajuan sebuah perusahaan. Selain itu, tentu untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan manusia yang handal untuk mengelola penerapan KPI di dalam perusahaan tersebut.

Semoga bermanfaat.

" together we can do better ... "

 

Portal Publik Training

Jadwal Publik Training 2015

Klik di sini untuk mendapatkan jadwal publik training 2014

Biro Psikologi Kami

Info Lowongan Kerja

Posting Gratis Di Sini

Dinas Tenaga Kerja RI

Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta

Sure Creative